Wednesday, January 20, 2010

Untitled (50)

duduk, diam.
berdua, duduk, diam.
termagu dalam diam, seolah tersulap gelap malam, kerlipnya lampu.
saling hadap,
sama- sama menyihir mata satu sama lain,
hanya terpisah sebuah meja kopi rendah.
mencoba saling mematri kenang,
meninggalkan jejak dalam ingatan.

duduk, diam.
sendiri, duduk, diam.
termagu dalam diam, bukan tersulap malam atau kerlipnya lampu,
tapi merenung kemana hidup berlalu.
tak ada mata yang bisa dipandang,
hanya sisa aku sendiri.
bersama sisa remah- remah kenang,
dan secuil ingatan.

Secuil ingatan tentang kamu.
Ya tentang kamu yang pernah duduk diam dihadapan,
Hanya dipisahkan sebuah meja kopi rendah warna cokelat berpelitur.
Kamu yang dalam diam meninggalkan jejak yang terlalu jelas dalam ingatan,
Yang duduk diam seolah tersihir gelap malam dan kerlip lampu.
Secuil kenang tentang kita,
Yang pernah duduk saling hadap,
Termagu dalam diam seolah tersihir,
tapi saling menyihir.
meninggalkan jejak yang tidak mungkin luntur seperti warna cokelat meja kopi rendah yang berpelitur..

0 comments:

 
Header Image by Reigina Tjahaya