I miss you.
It's valentine's day for heaven's sake and I missed you.
I don't care whether you missed me too or not, I just missed you.
And I don't care what we are, I don't give any damn what our relationship are, and I don't care even if this thing between us can't be working out. I just missed you.
And it's valentine's day. And I hate valentine's day. And I want to be irresponsible, impulsive and crazy sometimes.
So for valentine day's sake, I just want to say that I'm freakin miss you..
Saturday, February 13, 2010
Sunday, January 24, 2010
untitled (51)
Siapa bilang saya orang aneh?
Saya hanya berbeda..
Saya hanya sedikit unik kalau tidak mau dibilang aneh.
Siapa yang bilang saya aneh?
Saya bukan orang yang suka duduk sendiri lama- lama di kedai kopi dengan sebuah buku.
Saya bukan orang yang lebih suka menonton sendirian dibanding beramai- ramai.
Saya bukan orang yang saking geek nya sampai- sampai sudah menonton semùa film.
Saya juga bukan orang yang merasa toko buku itu surga.
Saya bukan orang yang tidak bisa bedakan yang mana senang, yang mana sedih, dan yang mana yang biasa saja.
Saya juga bukan seorang pemimpi yang tidak perlu tidur untuk bermimpi.
Saya juga bukan seseorang yang sering berharap bangun dalam kehidupan lain seperti di film dan buku cerita.
Siapa bilang saya aneh?
Eh tapi tunggu dulu.
Itu semua saya ya?
well,
Okay,
Mungkin saya memang aneh..
Saya hanya berbeda..
Saya hanya sedikit unik kalau tidak mau dibilang aneh.
Siapa yang bilang saya aneh?
Saya bukan orang yang suka duduk sendiri lama- lama di kedai kopi dengan sebuah buku.
Saya bukan orang yang lebih suka menonton sendirian dibanding beramai- ramai.
Saya bukan orang yang saking geek nya sampai- sampai sudah menonton semùa film.
Saya juga bukan orang yang merasa toko buku itu surga.
Saya bukan orang yang tidak bisa bedakan yang mana senang, yang mana sedih, dan yang mana yang biasa saja.
Saya juga bukan seorang pemimpi yang tidak perlu tidur untuk bermimpi.
Saya juga bukan seseorang yang sering berharap bangun dalam kehidupan lain seperti di film dan buku cerita.
Siapa bilang saya aneh?
Eh tapi tunggu dulu.
Itu semua saya ya?
well,
Okay,
Mungkin saya memang aneh..
Wednesday, January 20, 2010
Untitled (50)
duduk, diam.
berdua, duduk, diam.
termagu dalam diam, seolah tersulap gelap malam, kerlipnya lampu.
saling hadap,
sama- sama menyihir mata satu sama lain,
hanya terpisah sebuah meja kopi rendah.
mencoba saling mematri kenang,
meninggalkan jejak dalam ingatan.
duduk, diam.
sendiri, duduk, diam.
termagu dalam diam, bukan tersulap malam atau kerlipnya lampu,
tapi merenung kemana hidup berlalu.
tak ada mata yang bisa dipandang,
hanya sisa aku sendiri.
bersama sisa remah- remah kenang,
dan secuil ingatan.
Secuil ingatan tentang kamu.
Ya tentang kamu yang pernah duduk diam dihadapan,
Hanya dipisahkan sebuah meja kopi rendah warna cokelat berpelitur.
Kamu yang dalam diam meninggalkan jejak yang terlalu jelas dalam ingatan,
Yang duduk diam seolah tersihir gelap malam dan kerlip lampu.
Secuil kenang tentang kita,
Yang pernah duduk saling hadap,
Termagu dalam diam seolah tersihir,
tapi saling menyihir.
meninggalkan jejak yang tidak mungkin luntur seperti warna cokelat meja kopi rendah yang berpelitur..
berdua, duduk, diam.
termagu dalam diam, seolah tersulap gelap malam, kerlipnya lampu.
saling hadap,
sama- sama menyihir mata satu sama lain,
hanya terpisah sebuah meja kopi rendah.
mencoba saling mematri kenang,
meninggalkan jejak dalam ingatan.
duduk, diam.
sendiri, duduk, diam.
termagu dalam diam, bukan tersulap malam atau kerlipnya lampu,
tapi merenung kemana hidup berlalu.
tak ada mata yang bisa dipandang,
hanya sisa aku sendiri.
bersama sisa remah- remah kenang,
dan secuil ingatan.
Secuil ingatan tentang kamu.
Ya tentang kamu yang pernah duduk diam dihadapan,
Hanya dipisahkan sebuah meja kopi rendah warna cokelat berpelitur.
Kamu yang dalam diam meninggalkan jejak yang terlalu jelas dalam ingatan,
Yang duduk diam seolah tersihir gelap malam dan kerlip lampu.
Secuil kenang tentang kita,
Yang pernah duduk saling hadap,
Termagu dalam diam seolah tersihir,
tapi saling menyihir.
meninggalkan jejak yang tidak mungkin luntur seperti warna cokelat meja kopi rendah yang berpelitur..
Wednesday, December 23, 2009
untitled (49)
aku mengumpat.
marah. merasa disakiti. merasa di khianati. merasa di curangi.
aku menjerit- jerit.
tidak tahan rasa perihnya. bergelut dengan rasa kebas dan pongah yang ditimbulkan.
aku menangis histeris.
menangis ngilu. pedih. mengeluarkan segala kebencian berharap kebencian yang kupunya cukup untuk benar- benar membenci.
aku menangis lirih.
lirih. bukan lagi amarah, hanya sedih. menangis sampai tak lagi keluar suara, hilang sejurus kenangan yang membanjir buat air mata semakin banjir.
aku benci kala- kala teringat semua ini.
celakanya, tidak ada lagi pertengkaran yang teringat dan terekam.
hanya peluk dekap yang tersisa.
aku mau lari sampai tak lagi terkejar segala rasa.
pergi jauh tak terjangkau kenang.
marah. merasa disakiti. merasa di khianati. merasa di curangi.
aku menjerit- jerit.
tidak tahan rasa perihnya. bergelut dengan rasa kebas dan pongah yang ditimbulkan.
aku menangis histeris.
menangis ngilu. pedih. mengeluarkan segala kebencian berharap kebencian yang kupunya cukup untuk benar- benar membenci.
aku menangis lirih.
lirih. bukan lagi amarah, hanya sedih. menangis sampai tak lagi keluar suara, hilang sejurus kenangan yang membanjir buat air mata semakin banjir.
aku benci kala- kala teringat semua ini.
celakanya, tidak ada lagi pertengkaran yang teringat dan terekam.
hanya peluk dekap yang tersisa.
aku mau lari sampai tak lagi terkejar segala rasa.
pergi jauh tak terjangkau kenang.
untitled (48)
aku tidak tau.
ntah sanggup, ntah tidak.
duduk satu meja, berhadapan.
meski saling jauh, dipisahkan banyak tubuh,
tak saling bicara, tak saling anggap.
aku pasti mencoba memandangmu.
sedangkan kamu mungkin berusaha tidak usah memandangku.
aku akan terluka, melihat mata itu tidak memandangku.
aku mungkin akan terluka, tertunduk lesu, dan jadi pendiam selama sisa hari.
yang lain mungkin akan menyadari ada yang aneh,
tapi mungkin juga tidak.
dan aku akan berusaha seolah tidak pernah terjadi apa- apa,
kamu juga akan begitu, aku yakin.
pasang senyum,
bongkar pasang jokes usang biar terkesan baru dan gres serta layak ditertawakan,
mati- mati an tidak mengadakan kontak langsung,
atau aku akan berlutut gemetar dan menangis.
akan jadi celaka kalau mulut- mulut iseng itu mulai bercuap,
mengisengi aku dan kamu yang ingin membuang jauh kisah apapun yang pernah ada.
akan jadi sungguh repot kalau mulut- mulut iseng mereka mulai tertawa menyindir, menggoda aku dan kamu.
melontarkan lelucon karena mereka pikir kita sudah berpisah terlalu lama untuk masih saling simpan rasa,
atau lebih parah mereka pikir kita masih bersama.
diam- diam berharap kamu tidak usah datang.
demi kebaikan kita,
atau demi kebaikanku tepatnya.
tak perlu lagi lihat tampangmu yang jauh dari menyenangkan tapi kukangeni setiap hari.
tak perlu lagi mendengar kamu tertawa, berbicara.
aku diam- diam berharap kamu tidak hadir nanti.
supaya aku tak perlu berakting baik- baik saja.
karena aku tau kamu tau aku tidak baik- baik saja.
dan tidak akan baik- baik saja melihat kamu duduk di seberang meja,
tertawa, dan menganggapku hanya satu dari kawan lama.
ntah sanggup, ntah tidak.
duduk satu meja, berhadapan.
meski saling jauh, dipisahkan banyak tubuh,
tak saling bicara, tak saling anggap.
aku pasti mencoba memandangmu.
sedangkan kamu mungkin berusaha tidak usah memandangku.
aku akan terluka, melihat mata itu tidak memandangku.
aku mungkin akan terluka, tertunduk lesu, dan jadi pendiam selama sisa hari.
yang lain mungkin akan menyadari ada yang aneh,
tapi mungkin juga tidak.
dan aku akan berusaha seolah tidak pernah terjadi apa- apa,
kamu juga akan begitu, aku yakin.
pasang senyum,
bongkar pasang jokes usang biar terkesan baru dan gres serta layak ditertawakan,
mati- mati an tidak mengadakan kontak langsung,
atau aku akan berlutut gemetar dan menangis.
akan jadi celaka kalau mulut- mulut iseng itu mulai bercuap,
mengisengi aku dan kamu yang ingin membuang jauh kisah apapun yang pernah ada.
akan jadi sungguh repot kalau mulut- mulut iseng mereka mulai tertawa menyindir, menggoda aku dan kamu.
melontarkan lelucon karena mereka pikir kita sudah berpisah terlalu lama untuk masih saling simpan rasa,
atau lebih parah mereka pikir kita masih bersama.
diam- diam berharap kamu tidak usah datang.
demi kebaikan kita,
atau demi kebaikanku tepatnya.
tak perlu lagi lihat tampangmu yang jauh dari menyenangkan tapi kukangeni setiap hari.
tak perlu lagi mendengar kamu tertawa, berbicara.
aku diam- diam berharap kamu tidak hadir nanti.
supaya aku tak perlu berakting baik- baik saja.
karena aku tau kamu tau aku tidak baik- baik saja.
dan tidak akan baik- baik saja melihat kamu duduk di seberang meja,
tertawa, dan menganggapku hanya satu dari kawan lama.
untitled (47)
mungkin aku mencintaimu.
mungkin aku mencintaimu dengan semua stok cinta yang kupunya.
tapi mungkin juga tidak.
mungkin bodoh,
lima tahun,
hampir setengah dekade,
rambut dari pendek, jadi panjang, lalu kembali pendek dan sekarang sudah mulai panjang lagi,
tapi masih juga belum dapat jawabannya.
aku mungkin mencintaimu.
dasar bodoh!
kemana saja aku selama ini?
ngapain aja aku selama ini sama kamu?
bisa- bisa nya baru sadar sekarang...
aku mungkin mencintaimu.
tidak.
aku rasa aku mencintaimu.
mungkin,
aku mencintaimu.
itu lebih tepat.
mungkin aku mencintaimu dengan semua stok cinta yang kupunya.
tapi mungkin juga tidak.
mungkin bodoh,
lima tahun,
hampir setengah dekade,
rambut dari pendek, jadi panjang, lalu kembali pendek dan sekarang sudah mulai panjang lagi,
tapi masih juga belum dapat jawabannya.
aku mungkin mencintaimu.
dasar bodoh!
kemana saja aku selama ini?
ngapain aja aku selama ini sama kamu?
bisa- bisa nya baru sadar sekarang...
aku mungkin mencintaimu.
tidak.
aku rasa aku mencintaimu.
mungkin,
aku mencintaimu.
itu lebih tepat.
Thursday, December 17, 2009
untitled (46)
i used to love a love songs.
i used to feel like my soul talking along those love songs.
happy,
sad...
i just love a love songs.
but now,
every songs,
even if it isn't a love song, seems dull in my ears.
every single song in my iTunes seems too lame to listened. too crappy to listened.
every song just seems vapid, prosaic, boring, and sad.
the rhythm i used to love
being this painful sound keep repeating in my mind and annoyingly made me remind of something that i don't even want to remember it.
something that i hope just a little piece of memories that will never came back.
all the songs i used to love
being this dreadful sound that kept me think about something i don't want to think about.
someone i don't want to think about.
someone who ruined all my songs.
someone who ruined all songs that i used to love.
someone who ruined too many songs already.
someone who ruined me...
i used to feel like my soul talking along those love songs.
happy,
sad...
i just love a love songs.
but now,
every songs,
even if it isn't a love song, seems dull in my ears.
every single song in my iTunes seems too lame to listened. too crappy to listened.
every song just seems vapid, prosaic, boring, and sad.
the rhythm i used to love
being this painful sound keep repeating in my mind and annoyingly made me remind of something that i don't even want to remember it.
something that i hope just a little piece of memories that will never came back.
all the songs i used to love
being this dreadful sound that kept me think about something i don't want to think about.
someone i don't want to think about.
someone who ruined all my songs.
someone who ruined all songs that i used to love.
someone who ruined too many songs already.
someone who ruined me...
Subscribe to:
Comments (Atom)
